1.1 Latar Belakang
Kalimantan
barat adalah salah satu dari empat provinsi yang ada di Kalimantan dengan ibu
kota Pontianak. Luas wilayah Provinsi
Kalimantan Barat adalah 146.807 km² (7,53% luas Indonesia). Merupakan provinsi
terluas keempat setelah Papua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Kalimantan barat terdapat dua belas kabupaten dan dua
kota yaitu Kabupaten Bengkayang dengan
ibu kota Bengkayang, kabupaten Kapuas Hulu ibu kota, Putussibau, kabupaten
Kayong Utara ibu kota Sukadana, kabupaten Ketapang dengan ibu kota Ketapang,
kabuapaten Kubu Raya ibu kota Sungai Raya, kabupaten Landak ibu kota Ngabang,
kabupaten Melawi ibu kota Nanga Pinoh, kabupaten Pontianak ibu kota Mempawah,
kabuapten Sambas ibu kota Sambas, kabupaten Sanggau ibu kota Sanggau,
kabuapaten Sekadau ibu kota Sekadau, kabuapten Sintang ibu kota Sintang,
sedangkan untuk dua kotanya yaitu kota Pontianak dan kota singkawang.
Secara Geografis Provinsi Kalimantan
Barat terletak antara 3o 20’ LS – 2o 30’ LU
107o 40’ – 114o 30’ BT. Kaliamantan Barat di sebelah uatara bertabatasan dengan
serawak Malaysia, disebelah selatan berbatasana dengan laut jawa, dan di
sebelah barat berbatasan dengan laut Natuna, selat karimata, samudara fasipik,
sedangkan di sebelah timur berbatasan dengan provinsi kaliamantan timur dan dan
provinsi kaliamantan tengah. Kaliamantan barat mempunyai pegunungan tertinggi
yaitu pegunungan Kapuas hulu dan Daerah Kalimantan Barat
juga termasuk salah satu daerah yang
dijuluki provinsi "Seribu Sungai". Julukan ini selaras dengan kondisi
geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang diantaranya dapat
dan sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat
nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman, walaupun prasarana jalan
darat telah dapat menjangkau sebagian besar kecamatan. Kalimantan Barat
berbatasan darat dengan negara bagian Sarawak, Malaysia. Walaupun sebagian kecil wilayah Kalimantan
Barat merupakan perairan laut, akan tetapi Kalimantan Barat memiliki puluhan
pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Tujuan Penulisan
1. Mengetahui
Kondisi geologis daerah sekadau .
2. Mengetahui kondisi geografis daerah sekadau.
3. Mengetahui Letak astronomis wilayah sekadau.
4. Mengetahui Topografi daerah sekadau.
5. Mengetahui Luas wilayah kabupaten sekadau.
PEMBHASAN
2.1
Kondisi Geologis
Kondisi Geologi yang
terjadi di wilyah kabupaten sekadau :Kalimantan Barat atau Kalimantan pada
umumnya tidak terlepas dari proses pembentukan muka bumi ini dari awal mula
hingga sekarang. Dulu kerak bumi bersama lithosfer yang tebalnya sekitar 70 –
200 km merupakan satu lempeng yang mengapung diatas lapisan Asthenofer. Lempeng
lithosfer tersebut terpecah menjadi beberapa lempeng besar (6 – 7 lempeng ) dan
masing – masing tersebut masih dapat bagi atas beberapa lempeng kecil. Batas –
batasnya di tandai oleh oceanic ridge, rankaian – rangkain pulau – pulau
vulkanis atau pegunungan tepi benua dan escarpment memanjang pada sliding
past/shear. Juga di tandai oleh pusat – pusat gempa bumi yang sering terjadi
disepanjang perbatasan lempeng . lempeng besar tersebut adalah lempeng Eurasia,
Afrika, amerika, pasifik, Antartika, Australia/Hindia, masing –masing lempeng
bergerak kearah tertentu dengan kecepatan rata – rata 6 cm/tahun (1 – 13
cm/tahun).
Begitu
juga dengan kondisi geologi di Indonesia berdasarkan teori tektonk lempeng,
Indonesia terletak di perbatasan lempeng Australia dan lempeng Asia yang saling
bertumbukan (tipe perbatasan convergent ). Lempeng Australia bergerak dari
selatan dengan kecepatan rata – rata sekitar 6 cm/tahun, bertumbukan dengan
lempeng asia lempeng Australia yang berbatuan lebih berat menempati bagian
bawah dan menjorok masuk ke lapisan astheonosfer di sebelah selatan Jawa –
Nusatenggara Batuan lempeng Australia yang masuk ke lapisan astheonosfer pada
kedalamana sekitar 50 – 100 km mulai melebur dan menyusup keatas lewat retakan
– retakan akibat tumbukan antar lempeng. Terbentuknya pulau – pulau vulkanis
sumtera, jawa, bali, Lombok, Sumbawa dan seterusnya ke timur dan sejajar dengan
deretan pulau – pulau vulkanis tersebut terbentuk palung sunda/jawa
2.2 Kondisi Geografis
Pada umumnya Kabupaten sekadau merupakan daerah dataran tinggi yang berbukit
dan berawa. Bagian Utara berbatasann dengan wilayah kabupaten
sintang , bagian selatan
berbatasan Kabupaten
ketapang, dan bagian barat berbatasan dengan kabupaten sanggau, sedangkan
bagian timur Kabupaten sintang.
2.3 Letak Astronomis
Kabupaten sekadau merupa-kan
salah satu kabupaten yang terletak di sebelah kawasan timur Propinsi Kalimantan Barat. Secara astronomis
Kabupaten sekadau terletak
di 00 8'33" Lintang Utara sampai 1044'25" Lintang Utara
dan 108033'7" Bujur
Timur sampai 111011'44" Bujur Timur.
2.4 Topografi atau Reliaef
Ada tiga kondisi alam yang menciri
khas wilayah Kabupaten sekadau yaitu daerah pesisir sungai, dataran tinggi dan
dataran rendah . Kondisi alam yang pertama adalah pesisir sungai. Keseluruhan
wilayah pesisir ini termasuk dalam wilayah administrasi Kecamatan sekadau hilir
dan sekadau hulu. Kondisi alam yang kedua adalah daratan dan perbukitan yang
terdiri dari Kecamatan belitang hulu, belitang hilir,nanga belitang, dan yang
ketiga dataran rendah yaitu : Nanga taman dan nanga mahap. Wilayah kabupaten sekadau jagae dialiri oleh beberapa sungai besar di
antaranya: Sungai Kapuas, Sungai Belitang, dan Sungai Sekadau, sungai menterap
dan sungai kerabat.
2.5 Luas Wilayah
Secara keseluruhan, luas wilayah Kabupaten
Bengkayang adalah sebesar 544.430 hektar. Kabupaten Sekadau yang terdiri dari tujuh
kecamatan jika dilihat kecamatan terluas adalah Kecamatan Belitang Hulu dengan
luas 116.270 ha atau sekitar 21,36% dari luas kabupaten. Sedangkan kecamatan
terkecil adalah Kecamatan Belitang dengan luas 28.100 ha atau 5,16% dari luas
kabupaten sekadau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar